Halaman

Kamis, 04 Oktober 2012

BAB III


III.  METODE  PENELITIAN
3.1.  Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.  Pemilihan lokasi ini ditentukan dengan sengaja dengan pertimbangan bahwa Kecamatan Harau merupakan salah satu kecamatan yang produksi jagungnya cukup besar sebanyak 5,29 ton/ha (BPS, 2011).  Sedangkan waktu penelitian dimulai dari bulan Oktober sampai bulan November 2012.

3.2.  Populasi dan Metode Pengambilan Sampel
Populasi merupakan sekumpulan orang atau objek yang memiliki kesamaan dalam satu atau beberapa hal yang membentuk masalah pokok dalam suatu riset khusus.  Adapun populasi yang akan diambil dalam  penelitian yang akan dilaksanakan adalah petani jagung pipilan yang ada di Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota. Sedangkan sampel merupakan bagian kecil dari populasi yang diambil melalui cara-cara tertentu yang memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang dianggap bisa mewakili populasi atau dapat juga dikatakan sebagai miniatur dari sebuah populasi. 
Metode pengambilan sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Porposive sampling (sengaja). Dalam sampel porposive ini petani yang dijadikan sampel ditentukan secara sengaja berdasarkan data yang diperoleh melalui survei awal.
Kabupaten Limapuluh Kota memiliki 10 Kanagarian dengan jumlah kelompok tani beragam. Jumlah kelompok tani masing- masing kanagarian dapat dilihat sebagai berikut:
No
Nama Kanagarian
Jumlah Kelompok Tani
1
Batubalang
17
2
Solok Bio-bio
15
3
Taram
14
4
Sarilamak
14
5
Harau
12
6
Gurun
7
7
Lubuk Batingkok
7
8
Koto Tuo
5
9
Tarantang
2
10
Pilubang
2
Sumber:  Dinas Penyuluhan Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Limapuluh Kota, 2012.

            Pemilihan lokasi ditentukan secara sengaja yaitu daerah dengan kelompok tani terbanyak.   Kelompok tani yang dijadikan sampel ditentukan secara sengaja berdasarkan keterangan dari kelompok tani terkait.

3.3.  Variabel dan Data yang Diamati
Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu berupa variabel independen yaitu jumlah produksi yang diperoleh oleh petani jagung di Kecematan Harau Kabupaten Limapuluh Kota.  Variabel dependen adalah faktor-faktor yang mempengaruhi produksi jagung pipilan dan penggunaan input produksi jagung pipilan di Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota.  
Faktor–faktor yang berpengaruh dalam produksi jagung diasumsikan terdiri dari : luas lahan ( , biaya tenaga kerja( , varietas bibit ( , jarak tanam dan jumlah tanaman btg/ha ( , biaya pembelian pupuk ( . Dengan demikian hasil produksi jagung (Y) sebagai variabel dependen dan variabel independennya terdiri dari luas lahan, varietas bibit dan jarak tanam dan jumlah tanaman btg/ha, biaya tenaga kerja dan biaya pembelian pupuk yang digunakan.
Definisi Opersional Variabel
1. Luas lahan (X1)
Luas lahan yang dimaksud adalah luas lahan yang dimiliki atau yang ditanami jagung terbatas pada lahan sawah. Satuan yang dipergunakan adalah ha
2. Biaya tenaga kerja (X2)
Biaya tenaga kerja yang dimaksud adalah jumlah biaya yang dibutuhkan untuk mengarap usaha tani jagung pipilan.  Biaya tenaga kerja yang dimaksud antara lain meliputi biaya tenaga kerja untuk membajak, menanam, merawat dan memanen.  Satuan yang digunakan untuk mengukur adalah besarnya rupiah yang digunakan untuk membayar tenaga kerja dalam mengarap lahan penanaman jagung.
3. Varietas bibit jagung (X3)
Varietas bibit (benih) yang dimaksud adalah varietas bibit (benih) jagung yang ditanam petani pada tanah sawah musim tanam dari bulan Mai hingga Agustus 2012.
4.      Jarak tanam dan jumlah tanaman (X4)
Jarak Tanam yang dimaksud adalah jarak tanam yang digunakan untuk menanam jagung.  Satuan yang digunakan untuk mengukur adalah jumlah batang tanaman jagung per hektar (btg/ha).
5. Biaya pembelian pupuk (X5)
Biaya pembelian pupuk yang dimaksud adalah biaya yang dikeluarkan untuk membeli pupuk baik itu pupuk organik maupun pupuk kandang yang digunakan untuk menanam dan perawatan jagung hibrida. Satuan yang digunakan untuk mengukur biaya pemupukan adalah berapa rupiah yang digunakan untuk membeli pupuk dalam per hektarnya (Rp/ha)
6. Produksi jagung (Y)
Produksi jagung yang dimaksud adalah produksi jagung pipilan kering panen. Satuan yang digunakan adalah kilogram per hektar ( kg/ha). Dalam menyelesaikan penelitian ini diperlukan adanya data dan informasi. Terkait jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.
1.      Data primer
Data primer diperoleh melalui wawancara dengan petani jagung dengan menggunakan daftar pertanyaan atau kuesioner.  Data-data primer yang diperoleh antara lain: jumlah produksi jagung pipilan, jumlah tenaga kerja, jumlah bibit, jumlah pupuk Urea, jumlah pupuk TSP, jumlah pupuk KCl dan lain- lain. 
2.      Data sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber lain yang sudah ada sebelumnya dan diolah kemudian disajikan baik dalam berbagai bentuk. Data sekunder yang diperoleh berasal dari berbagai instansi antara lain Badan Pusat Statistik Kabupaten Limapuluh Kota, dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Limapuluh Kota.
3.4.   Metode dan Teknik Pengumpulan Data
Penulisan proposal ini disusun tahapan-tahapan yang terdapat dalam metode.  Adapun tahapan yang dilalui adalah:  
  1. Observasi, yaitu dengan pengamatan langsung terhadap objek yang akan diteliti dalam hal ini adalah petani jagung pipilan di Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota. 
  2. Wawancara, yaitu dengan menggunakan kuisioner atau wawancara langsung dengan para petani jagung di Kecamatan  
  3. Harau.Studi kepustakaan, yaitu dengan mengumpulkan data berupa teori-teori yang diperoleh dari literatur-literatur yang berhubungan dengan permasalahan yang ada. 
  4. Dokumentasi, penelitian ini juga menggunakan alat pengumpulan data dengan dokumentasi. Dokumentasi yang diperlukan dalam penelitian yang akan dilaksanakan adalah tentang petani jagung.
3.5.   Teknik Analisis dan Metode Pengujian

Analisis terhadap data yang akan dilakukan dalam penelitian dengan menggunakan analisis data kuantitatif menggunakan regresi linier berganda.  Analisis linier berganda digunakan untuk menguji faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap produksi petani jagung pipilan yang merupakan hubungan secara linear antara dua atau lebih variabel independen (X1, X2,….Xn) dengan variabel dependen (Y), dengan model persamaan linier sebagai berikut:


Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + b5X5…..

Dimana :
Y               = Produksi petani jagung (Rp)
a             = Konstanta
b1 s/d b5 = Koefisien Regresi
X1              = Luas lahan jagung (ha)
X2          = Biaya tenaga kerja (HKO)
X3          = Varietas bibit
X4          = Jarak tanam dan jumlah tanaman (btg/ha)
X5              = Biaya pembelian pupuk (Rp)
e             = Kesalahan (error term)

DAFTAR PUSTAKA

Aksi Agraris Kanisius.  2000.  Teknik Bercocok Tanam Jagung.  Yogyakarta.  Kanisius. 140 hal.
Badan Pusat Statistik Indonesia.  2011.  Data Produksi Jagung Seluruh Profinsi di Indonesia.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Limapuluh Kota. 2011.  Limapuluh Kota dalam Angka Badan Pusat Statistik Propinsi Sumatera Barat. 297 hal.
Mubyarto. 2009.  Pengantar Ekonomi Pertanian. Jakarta. LP3ES.
Nababan, C.E.  2009.  Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Jagung di Kecamatan Tiga Binangka Kabupaten Karo.  Universitas Sumatera Utara.  Medan.
Nicholson, W.  1995, Mikro Ekonomi Intermediate dan Penerapanya Jilid 1, Raja Grafino Persada,  Jakarta.
Rianse, Usman.  2008.  Metodologi Penelitian Sosial dan Ekonomi.  Alfabeta.  Bandung.
Sarasutha, I.G.P.  2002.  Kinerja Usaha Tani dan Pemasaran Jagung di Sentra Produksi.  Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian.  21 (2) 39-47.
Soekartawi.  2002.  Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian.  Jakarta.

Soekartawi, 1999, Teori Ekonomi Produksi, dengan Pokok Bahasan Analisis Fungsi Cobb-Douglas.  Rajawali Press.  Jakarta.

Sugiarto, dkk.  2002.  Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Petani Jagung di Kabupaten Blitar.  Universitas Negeri Malang.  Malang.
Sugiyono.  2009.  Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif.  Penerbit Alfabeta.  Bandung.
Togatorop, R.B.  2010.  Analisis Efisiensi Produksi dan Pendapatan pada Usahatani Jagung di Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan. Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro.  Semarang.

Purwono, Rudi Hartono. 2007.  Bertanam Jagung Unggul.  Penebar Swadaya.  Jakarta.

Website Resmi – Official Website Sekretariat Negara Republik Indonesia (Online).   2011.  Peran Teknologi Pertanian dalam Meningkatkan Produktivitas Tanaman Jagung.       http://www.setneg.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=4360&Itemid=29.  Upload 08 Juli 2011. Dowload 09 2012.